DAMPAK EDUKASI SELF-DIAGNOSE DENGAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN MENTAL REMAJA
DOI:
https://doi.org/10.59374/pkmhkj.v8i2.711Abstract
Latar Belakang: engetahuan merupakan hasil dari kemampuan mengingat terhadap suatu objek, baik secara sengaja maupun
tidak. Self-diagnosis adalah tindakan individu menentukan diagnosis medis berdasarkan pengalaman pribadi dan informasi yang
diperoleh, baik dari sumber resmi maupun tidak resmi. Meskipun dapat meningkatkan rasa empati self-diagnose memiliki risiko
menyebabkan kesalahan diagnosis dan penanganan. Kesehatan mental melibatkan kesadaran diri, kemampuan mengatasi masalah
dan kontribusi sosial.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Edukasi Self-Diagnosis Dengan Media Sosial TikTok Terhadap
Tingkat Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra eksperimen dengan one group pre and
post test yang dilaksanakan pada remaja di sekolah dengan 40 responden menggunakan kuesioner 2 instrumen yaitu self-diagnose
dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,876 dan kesehatan mental dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,825.
Hasil: Rata-rata tingkat pengetahuan remaja sebelum edukasi pada self-diagnose adalah 7,33 dan setelah diberikan edukasi
meningkat menjadi 10,47. Sedangkan pada kesehatan mental sebelum diberikan edukasi adalah 3,67 dan setelah diberikan edukasi
meningkat menjadi 5,67 dengan P-value 0,001 (<0,005) yang berarti kedua tersebut memiliki pengaruh dalam memberikan edukasi
self-diagnose melalui TikTok terdahap tingkat pengetahuan kesehatan mental.
Kesimpulan: : Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara edukasi self-diagnose dengan media sosial
TikTok terhadap tingkat pengetahuan kesehatan mental remaja.
Kata Kunci: kesehatan mental, Remaja, Diagnosis diri, Tingkat pengetahuan
