JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JPMAHKJ
<p><strong>Jurnal Pengbdian Kesehatan Masyarakat Akademi Keperawatan Husada Karya jaya (PKMHKJ)</strong> merupakan jurnal <em>peer-review</em> dengan akses terbuka (<em>open access</em>) yang mempublikasikan hasil penelitian Perawat di Indonesia. </p> <p>PKMHKJ terbit tahun 2019, dan telah terindeks di: SINTA; <a href="http://isjd.pdii.lipi.go.id/" target="_blank" rel="noopener">Indonesian Scientific Journal Database (ISJD)</a>; <a href="http://garuda.ristekdikti.go.id/" target="_blank" rel="noopener">Portal Garuda</a>; dan <a href="https://scholar.google.com/">Google Scholar</a>. </p>AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYAen-USJURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA2808-3253EDUKASI BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN “UNDERWEAR RULES” PADA ANAK DI WARAKAS JAKARTA UTARA
https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JPMAHKJ/article/view/606
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak adalah individu yang berusia antara lahir hingga 19 tahun. Undang-Undang Perlindungan Anak Republik Indonesia khususnya Bab 23 Tahun 2002 mendefinisikan anak sebagai individu yang berusia di bawah 18 tahun, termasuk anak dalam kandungan. Underwear rules merupakan program yang digagas oleh NSPCC <em>(National Society for the Prevention o Cruelty to Children</em>) dengan konsep pendidikan seks yang disebut dengan PANTS: P <em>(Private are Private)</em> anggota tubuh anak yang tertutup oleh pakaian dalam adalah privasi, A (<em>Always remember You Body Belongings to You</em>) selalu ingat tubuhmu adalah milikmu, N (<em>No Means No</em>) anak berhak untuk berkata tidak, T <em>(Talk About Secrets That Upset You</em>) bicaralah tentang rahasia yang membuatmu kesal, S <em>(Speak up Someone Can Help</em>) bicaralah seseorang dapat membantu. Program ini menawarkan panduan langsung terhadap anak-anak yang disajikan dalam bahasa yang mudah diingat.</p> <p> <strong>Tujuan</strong>: Meningkatkan pengetahuan anak dengan menggunakan booklet terhadap tingkat pengetahuan underwear rules.</p> <p> <strong>Metodologi Penelitian</strong>: Pengabdian ini dilakukan secara langsung dengan metode ceramah dan tanya jawab. ini menggunakan metode rancangan One Group Pretest and posttest, dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif, tempat penelitian di Warakas Jakarta Utara, sample berjumlah 96 responden dipilih menggunakan purposive sampling.</p> <p> <strong>Hasil</strong>: Penelitian ini menggunakan uji Paired sample t-test dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan rata-rata nilai responden sebelum diberikan edukasi yaitu 1,70 dan sesudah diberikan edukasi meningkat menjadi 2,46 dengan p-value sebesar 0,001</p> <p> <strong>Kesimpulan</strong>: : Terdapat pengrauh edukasi menggunakan <em>booklet</em> terhadap tingkat pengetahuan underwear rules pada anak di Warakas Jakarta Utara, dan anak-anak sangat antusisas selama kegiatan berlangusng.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Anak, <em>booklet,</em> pengetahuan, <em>underwear rules</em>.</p>Nancy, Labora Sitinjak
Copyright (c) 2026 JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT
2026-03-302026-03-30811410.59374/akhkj.v8i1.606PENYULUHAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA PERTOLONGAN TERSEDAK (CHOKING) PADA BALITA DI KELURAHAN SUNTER AGUNG
https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JPMAHKJ/article/view/612
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Tersedak (<em>choking</em>) merupakan salah satu penyebab kematian tercepat pada balita dan membutuhkan penangaan sesegera mungkin untuk menghindari cedera atau kematian. Tersedak adalah suatu kondisi dimana pernafasan terhambat atau terhalang oleh benda asing yang menyempitkan saluran pernafasan bagian dalam, seperti tenggorokan, hipofaring, atau trakea. Jika penyempitan saluran napas menyebabkan gangguan suplai oksigen dan ventilasi yang parah, hal ini dapat berakibat kematian. <em>The Global Report on Road Safety</em>, Indonesia berada di peringkat ketiga se-Asia untuk jumlah kematian terbanyak yang diakibatkan kecelakaan laka lantas dengan total 38.279 korban (Nastiti, 2018). Badan Pusat Statistik pada tahun 2018 kecelakaan dan kerugiaan materi berjumlah 213.886 (Siti Sahara and Sylvira Ananda Azwar 2020).</p> <p><strong>Tujuan</strong>: meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan tersedak pada bayi.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Pengabdian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan metode pre-experimental design tipe one group <em>pretest </em>- <em>posttest </em>(tes awal dan tes akhir kelompok tunggal)<em>. </em>Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner.</p> <p><strong>Hasil</strong>: . Data yang diperoleh diolah secara statistic menggunakan rumus chi square. Berdasarkan hasil Analisa 84 responden Hasil Analisa 84 responden sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan diperoleh pengetahuan yang baik 84 orang (100%).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan poster terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang tersedak (<em>choking</em>) pada balita</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Kegawatdauratan, tersedak <em>(choking</em>), pengetahuan</p>Leo Rulino, Astuti Lumbantoruan, Suatmaji
Copyright (c) 2026 JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
2026-03-302026-03-30815810.59374/pkmhkj.v8i1.612EDUKASI TERHADAP SISWA SMA TENTANG SAFETY RIDING TENTANG PENCEGAHAN LAKA LANTAS DI SMA 110 JAKARTA UTARA
https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JPMAHKJ/article/view/613
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kecelakaan Lalu Lintas merupakan suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan atau kerugian harta benda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang safety riding (keselamatan berkendara). Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA 110 Jakarta Utara sebanyak 30 siswa. Siswa diberikan edukasi berkaitan dengan safety riding (keselamatan berkendara) melalui penyuluhan. Serta diskusi langsung dengan kelompok siswa.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Untuk mengidentifikasi Pengaruh Pankes Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Tentang Safety Riding Upaya Pencegahan Laka Lantas di SMA 110 Jakarta Utara.</p> <p><strong>Metodologi Pengabdian</strong>: Penyuluhan diberikan setelah sebelumnya siswa diberikan <em>pre-test</em> kemudian setelah penyuluhan dan diskusi selesai siswa diberikan <em>post-test</em> untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa mengenai <em>safety riding</em> sebelum dan sesudah penyuluhan. Penelitian ini bersifat dekriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Pra experimental design dengan rancangan <em>one group pre-post-test design</em>. Hasil: Data dianalisis menggunakan uji paired sampel test dengan hasil analisis didapatkan bahwa p = 0,000 yang artinya adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penkes tentang <em>safety riding</em> (keselamatan berkendara). Untuk melihat adanya perubahan pengetahuan membutuhkan waktu dan pengulangan pemberian intervensi yang rutin dan berkelanjutan.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pengaruh Penkes Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Tentang Safety Riding Upaya Pencegahan Laka Lantas di SMA 110 Jakarta Utara.</p> <p> Kata Kunci: Penkes, Terhadap Tingkat Pengetahuan, <em>Safety Riding </em></p>Susihar, Egeria Dorina Sitorus, Lulu Najmah
Copyright (c) 2026 JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
2026-03-302026-03-308191510.59374/pkmhkj.v8i1.613EDUKASI TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS TERHADAP PENGETAHUAN SISWA/I SMAN 73 JAKARTA UTARA
https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JPMAHKJ/article/view/617
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan langkah awal yang sangat penting dalam menangani korban kecelakaan lalu lintas guna meningkatkan kemungkinan korban untuk bertahan hidup.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang Bantuan Hidup Dasar terhadap tingkat pengetahuan siswa/i SMAN 73 Jakarta Utara..</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Pengabdian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan metode pre-experimental design tipe one group <em>pretest </em>- <em>posttest </em>(tes awal dan tes akhir kelompok tunggal)<em>. </em>Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori rendah (79,4%), dan hanya 20,6% yang berada pada kategori sedang. Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan signifikan, dengan 75% siswa berada pada kategori tinggi dan 25% kategori sedang. Uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal (p < 0,05), sehingga dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -7.192 dan p-value = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang Bantuan Hidup Dasar.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Edukasi tentang Bantuan Hidup Dasar efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa/i SMAN 73 Jakarta Utara. Disarankan agar edukasi serupa dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kejadian darurat seperti kecelakaan lalu lintas.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Bantuan Hidup Dasar, Edukasi, Pengetahuan, Kecelakaan Lalu Lintas</p> <p><strong> </strong></p>Rosita Makdalena Lubis, Anita Pardede
Copyright (c) 2026 JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
2026-03-302026-03-3081162010.59374/pkmhkj.v8i1.617