PENYULUHAN TENTANG PENERAPAN SLEEP HYGIENE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TYPE 2 DI KELURAHAN PAPANGGO
DOI:
https://doi.org/10.59374/pkmhkj.v8i1.685Abstract
Latar Belakang: Pasien diabetes melitus tipe 2 sering mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh gejala seperti poliuria, rasa haus berlebihan, serta gangguan fisik dan psikologis lainnya. Kualitas tidur yang buruk dapat mengurangi kontrol glikemik melalui mekanisme resistensi insulin dan gangguan metabolisme. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah penerapan sleep hygine untuk meningkatkan kualitas tidur.
Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas tidur pasien diabetes melitus tipe 2 melalui penyuluhan tentang penerapan higiene tidur di Kelurahan Papanggo.
Metode: Kegiatan ini menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan melibatkan 32 responden. Intervensi dilakukan melalui metode ceramah, tayangan, dan diskusi interaktif. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner pengetahuan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil penelitian: Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 14,88 menjadi 17,19 setelah intervensi. Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penyuluhan sleep hygine terhadap peningkatan kualitas tidur responden.
Kesimpulan: Penyuluhan sleep hygine efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe 2. Intervensi ini berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif dalam pengelolaan diabetes, khususnya dalam mendukung pengendalian kadar gula darah.
Kata Kunci: kualitas tidur, kebersihan tidur, diabetes melitus tipe 2, edukasi kesehatan
