JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ en-US leorulino@gmail.com (Leo Rulino) astutygreace14@gmail.com (Astuti Lumbantoruan) Fri, 13 Mar 2026 03:06:33 +0000 OJS 3.1.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KECEMASAN PADA PASIEN PRAOPERASI METODE ERACS https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/590 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Kecemasan praoperasi berdampak negatif terhadap hasil operasi. <em>Enhanced Recovery After Caesarean Surgery</em> (ERACS) merupakan protokol perawatan perioperatif yang bertujuan meningkatkan luaran (outcome) pasien.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pasien praoperasi dengan metode ERACS di RSU Harapan Ibu Purbalingga.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>:&nbsp; Metode penelitian yang digunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sejumlah 36 responden praoperasi ERACS yang memiliki skor kecemasan 7-18 poin (cemas ringan dan cemas sedang), tidak mengonsumsi antiansietas, dan bersedia menjadi responden diambil sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis&nbsp;&nbsp; menggunakan uji statistik <em>Fisher Exact Test</em> dan korelasi <em>Spearman Rank.</em></p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan usia (p-value 0,532), status gravida (p-value 0,449), pengalaman SC (p-value 0,500), dan tingkat pengetahuan (p-value 0,479) serta dukungan keluarga (p- value 0,022).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa usia, status gravida, pengalaman SC, dan tingkat pengetahuan tidak memengaruhi kecemasan pasien praoperasi metode ERACS dan hanya faktor dukungan keluarga yang memengaruhi tingkat kecemasan pasien praoperasi yang menjalani metode ERACS.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: ERACS, faktor-faktor, kecemasan, praoperasi</p> Aisa Humaira, Emiliani Elsi Jerau, Danang Tri Yudono ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/590 Fri, 13 Mar 2026 03:06:07 +0000 HUBUNGAN PERILAKU BULLYING DENGAN HARGA DIRI PADA SISWA SMP MUHAMMADIYAH 2 GAMPING YOGYAKARTA https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/591 <p><strong>Latar Belakang</strong>: &nbsp;<em>Bullying </em>merupakan masalah serius yang sering terjadi di kalangan remaja, terutama di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi perkembangan peserta didik. Masa remaja merupakan fase penting pembentukan identitas diri, di mana harga diri berperan besar dalam kesejahteraan psikologis. <em>Bullying </em>dapat berdampak negatif terhadap harga diri remaja dengan memicu penurunan kepercayaan diri, kecemasan, hingga depresi.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Mengetahui hubungan perilaku <em>bullying </em>dengan harga diri pada siswa SMP Muhammadiyah 2 gamping Yogyakarta.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>, yaitu dimana pengumpulan data dilakukan pada satu waktu bersamaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>total sampling </em>yang berjumlah 101 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji <em>Kolmogorov smirnov </em>dengan tingkat <em>signifikansi </em>p &lt;0,05.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signitifkan antara <em>bullying </em>dengan harga diri pada siswa SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta dengan nilai <em>p-value </em>0,00 (&lt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan antara <em>bullying </em>dengan harga diri pada siswa SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan, memberikan edukasi mengenai dampak <em>bullying</em>, serta membangun program pembinaan yang mendukung perkembangan harga diri siswa secara positif.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata</strong> <strong>Kunci</strong>: <strong><em>Bullying, </em>Harga Diri, Remaja</strong></p> Danieng Pramudia Sirley, Armenia Diahsari, Atik Badi’ah ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/591 Fri, 13 Mar 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTUL 1 https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/592 <p><strong>Latar Belakang</strong>: <em>Stunting</em> merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik serta perkembangan otak anak. Salah satu faktor penyebab <em>stunting</em> adalah pola pemberian makan yang tidak tepat.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian <em>stunting</em> pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 balita yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola pemberian makan dan pengukuran tinggi badan menggunakan <em>microtoise</em>.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Sebagian besar pola pemberian makan balita termasuk dalam kategori kurang (56%) dan pada balita <em>stunting</em> dengan kategori pendek (72%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian <em>stunting</em> secara statistik (p-value = 0,045)</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian <em>stunting</em> pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1. Oleh karena itu, edukasi kepada ibu tentang pemberian makan yang tepat perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka <em>stunting.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata</strong> <strong>Kunci</strong>: Pola pemberian makan<em>, stunting</em>, balita.</p> Dewi Suci Maylani, Siti Arifah, Kustiningsih ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/592 Fri, 13 Mar 2026 04:57:33 +0000 HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP MUHAMMADIYAH 2 GAMPING YOGYAKARTA. https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/593 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Dismenore merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar di sekolah. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat nyeri dismenore adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat membantu mengurangi nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah dan pelepasan endorfin. Namun, masih banyak remaja yang memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenore pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Tujuan penelitian ini Adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan nyeri dismenore pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif korelasi metode sross sectional. Data diperoleh dari respon individu terhadap GPAQ dan NRS. Jumlah sampel untuk penelitian ini adalah 77 siswi dari kelas VIII dan IX di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Sampel dipilih meggunakan teknik total sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan esklusi digunakan untuk memilih sampel, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan Uji Chi square.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil uji Chi-Square menunjukan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenore dengan nilai p=0,00 &lt; (0,05).&nbsp; Mayoritas responden memiliki aktivitas fisik pada kategori sedang 61,4% dan sebagian besar mengalami nyeri dismenore dengan kategori ringan 42,9%.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenore pada siswi kelas VIII dan IX di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Aktivitas fisik yang cukup berpotensi menurunkan tingkat nyeri dismenore. Disarankan kepada remaja putri untuk meningkatkan aktivitas fisik sebagai salah satu upaya non-farmakologis dalam mengatasi nyeri dismenore. Semakin tinggi aktivitas fisik, maka semakin ringan nyeri dismenore yang dirasakan.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Aktivitas fisik, nyeri dismenore, remaja putri.</p> Puspita Sari, Diah Nur Anisa, Dwi Sri Handayani ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/593 Fri, 13 Mar 2026 05:01:50 +0000 FAKTOR INTRINSIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETEPATAN PELAKSANAAN TRIAGE DI IGD RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/594 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Triage di IGD berperan penting bagi keselamatan pasien, ketepatan pelaksanaan triage dipengaruhi oleh beberapa faktor intrinsic perawat seperti tingkat pengetahuan, keterampilan, usia, pengalaman kerja, dan pelatihan.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor intrinsik yang berhubungan dengan ketepatan pelaksanaan triage di ruang IGD RS PKU Muhammadiyah Gamping.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 31 orang. Analisis menggunakan uji statistik chi-square.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Sebagian besar perawat melaksanakan triage dengan tepat. Ketepatan pelaksanaan triage yang lebih tinggi pada perawat yang memiliki keterampilan kompeten 27 (93,1%) (p=0,046), sedangkan ketepatan pelaksanaan triage beragam menurut tingkat pengetahuan, usia, pengalaman kerja, dan pelatihan.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Ada hubungan faktor keterampilan perawat dengan ketepatan pelaksanaan triage di IGD, namun tidak ada hubungan faktor tingkat pengetahuan (p=0,935), usia (p=0,583), pengalaman kerja (p=0,565), dan pelatihan (p=0,483).</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: IGD, Keterampilan, Pengetahuan, Pengalaman Kerja, Pelatihan, Triage, Usia.</p> Miftakhul Aulia Andriyani, Dwi Prihatiningsih, Wawan Febri Ramdani ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/594 Fri, 13 Mar 2026 05:09:28 +0000 HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS KASIHAN I BANTUL https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/595 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan suatu penyakit infeksi pada saluran pernafasan baik saluran pernafasan atas (hidung) atau bawah (alveoli), Penyebaran gejala pada penyakit ini biasanya dapat dihitung dengan cepat bahkan dalam hitungan jam hingga beberapa hari, gejala yang timbul dirasakan biasanya seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sesak nafas atau kesulitan bernafas. Kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam keluarga atau lingkungan rumah, keluarga yang tidak menerapkan PHBS seperti tidak mencuci tangan menggunakan sabun, membiarkan balita terpapar asap rokok, rumah tidak memiliki ventilasi yang baik atau lingkungan tempat tinggal kotor maka risiko balita terkena ISPA.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Kasihan 1 Bantul.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kasihan 1 Bantul dengan jumlah sampel 97 responden. Teknik pengambilan sampling menggunakan nonprobability sampling. Analisis terdiri dari analisa univariat untuk menyimpulkan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan analisa Kendall Tau.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian PHBS memiliki kategori sedang sebanyak 62 responden (63,9%) dan Kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Kasihan 1 Bantul menunjukkan sebanyak 78 responden (80,4%). Hasil analisa Uji Kendall Tau pada PHBS didapatkan nilai p-value 0,028. sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian ISPA pada balita.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Penelitian ini rekomendasikan kepada keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya PHBS dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: PHBS, ISPA</p> Galuh Putri Evanya, Istinengtiyas Tirta Suminar, Kustiningsih ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/595 Fri, 13 Mar 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PRB DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI DESA PARANGTRITIS https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/596 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, terutama gempa bumi dan tsunami. Salah satu upaya untuk meminimalkan dampak bencana adalah melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengurangan risiko bencana.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pengurangan risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami di Desa Parangtritis</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectionel, peserta penelitian adalah masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.&nbsp; dengan kriteria inklusi 20 tahun, berdomisili minimal 3 bulan, mampu membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan baik. Responden yang tidak berada di lokasi saat penelitian dilakukan dikecualikan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Kendall’s tau Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur pengetahuan (Tuladhar, 2015) dan kesiapsiagaan bencana (Wihayati, 2018).</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (64,7%) dan kesiapsiagaan dalam kategori sangat siap (49,9%). Responden dengan pengetahuan sangat baik sebagian besar berada pada kategori sangat siap (7,1%), sedangkan mereka yang memiliki pengetahuan kurang dan sangat kurang cenderung berada dalam kategori hampir siap dan belum siap. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan pengurangan risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,620.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : semakin tinggi pengetahuan masyarakat mengenai pengurangan risiko bencana, maka semakin tinggi pula tingkat kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pengetahuan, pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, bencana, gempa bumi, tsunami</p> Nova Aditya Indraswari, Dwi Prihatiningsih, Widaryati ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/596 Fri, 13 Mar 2026 06:13:25 +0000 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/597 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Pembedahan merupakan tindakan medis invasif yang dapat menimbulkan kecemasan pada pasien pre operasi. Kecemasan ini muncul karena berbagai faktor seperti rasa takut terhadap nyeri, kematian dan hasil pasca operasi. Kecemasan yang tidak ditangani dapat berdampak pada kondisi fisiologis pasien dan menghambat jalannya operasi. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan adalah melalui dukungan keluarga yang berperan dalam memberikan kenyamanan emosional dan psikologis.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan metode cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien <em>pre</em> operasi sebanyak 82 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan <em>Hamilton Anxiety Rating Scale</em> (HARS).</p> <p><strong>Hasil</strong>: Sebagian besar responden (41,5%) memiliki dukungan keluarga cukup, dan tingkat kecemasan yang paling banyak dialami adalah kecemasan ringan (54,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menujukkan nilai p = 0,018 (&lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Dukungan keluarga berperan penting dalam mengurangi kecemasan, namun faktor lain seperti, kepribadian, kondisi psikologis, dan informasi medis juga dapat memengaruhi kecemasan pasien.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Dukungan keluarga, kecemasan, pre operasi, pembedahan</p> Tiya Angelica, Sriyati, Hamudi Prasestiyo ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/597 Fri, 13 Mar 2026 07:47:22 +0000 POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI SMA NEGERI 1 SEDAYU https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/598 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional dan sosial sehingga rentan terhadap berbagai tekanan psikologis. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keseimbangan kesehatan mental emosional remaja adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua yang tidak tepat dapat meningkatkan resiko gangguan mental emosional, baik dalam bentuk masalah internalisasi maupun eksternalisasi.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitiann ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional pada remaja di SMA Negeri 1 Sedayu.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pola Asuh Orang Tua dan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ). Sampel penelitian berjumlah 77 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional dengan nilai p-value= 0,030 (p&lt; 0,05). Dengan demikian, pola asuh orang tua perlu disertai dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan lingkungan sosial yang sehat agar optimal dalam menjaga kesehatan mental emosional remaja.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Dari hasil tersebut, didapatkan bahwa terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional remaja di SMA Negeri 1 Sedayu.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pola Asuh Orang Tua, Kesehatan Mental Emosional, Remaja</p> Sindi Ardi Astuti, Prastiwi Puji Rahayu, Sutejo ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/598 Fri, 13 Mar 2026 07:51:05 +0000 HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK NEGERI 01 JAKARTA PUSAT https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/599 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Penggunaan <em>gadget</em> pada anak usia prasekolah semakin meningkat dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi perkembangan bahasa serta personal sosial mereka. Masa prasekolah merupakan periode emas perkembangan, sehingga stimulus lingkungan, termasuk penggunaan teknologi, dapat membawa dampak positif maupun negatif.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan <em>gadget</em> dengan perkembangan bahasa dan personal-sosial anak usia prasekolah di TK Negeri 01 Jakarta Pusat.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada Juli 2024. Sampel berjumlah 30 anak prasekolah yang dipilih dengan teknik total sampling. Data intensitas penggunaan <em>gadget</em> dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan perkembangan bahasa dan personal-sosial diukur dengan Metro Manila Developmental Screening Test (MMDST). Analisis data berupa analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan <em>gadget</em> rendah (56,7%). Hasil skrining MMDST menunjukkan mayoritas perkembangan bahasa normal (96,7%) dan perkembangan personal-sosial normal (80,0%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan <em>gadget</em> dengan perkembangan bahasa (<em>p-value</em> = 0,245) maupun perkembangan personal-sosial (<em>p-value</em> = 0,580) (&gt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Intensitas penggunaan <em>gadget</em> pada anak prasekolah di TK Negeri 01 Jakarta Pusat sebagian besar masih rendah berkat pengawasan dan pendampingan orang tua, sehingga perkembangan bahasa dan personal sosial anak tetap optimal. Stimulasi rutin dari orang tua serta interaksi dengan lingkungan dan teman sebaya diperlukan untuk mendukung kemampuan bahasa, kemandirian, dan keterampilan bersosialisasi anak meskipun <em>gadget </em>sudah diperkenalkan sejak dini.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Gadget</em>, Perkembangan Personal-Sosial, Anak Usia Prasekolah, MMDST.</p> Grace Monica, Elisabeth Isti Daryati ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/599 Fri, 13 Mar 2026 08:00:13 +0000 OPTIMALISASI POLA NAPAS MELALUI POSISI SEMI-FOWLER PADA ANAK DENGAN LARINGOMALASIA https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/601 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Laringomalasia merupakan kelainan kongenital jalan napas atas yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak dengan karakteristik utama berupa kolaps jaringan supraglotik ke dalam lumen jalan napas saat inspirasi dengan kondisi ini menyebabkan stridor inspirasi kronis dan dapat disertai peningkatan kerja nafas adanya retraksi dinding dada, takipnea serta gangguan pola nafas, terutama pada posisi terlentang dan saat aktivitas seperti menangis atau menyusu</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Mengetahui efektivitas penerapan posisi semi-Fowler terhadap perbaikan pola napas pada anak dengan laringomalasia.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan diagnosis medis laringomalasia yang dirawat di rumah sakit rujukan nasional, intervensi utama yang diberikan adalah posisi semi-Fowler dengan elevasi kepala 30–45° disertai pemantauan status respirasi.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Penerapan posisi semi-Fowler menunjukkan perbaikan pola napas yang ditandai dengan penurunan stridor berkurangnya retraksi dinding dada, penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, serta peningkatan kenyamanan pasien.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Posisi semi-Fowler merupakan intervensi keperawatan non farmakologis yang efektif dan aman dalam membantu memperbaiki pola napas pada anak dengan laringomalasia.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: keperawatan anak,laringomalasia, pola napas,posisi semi-Fowler.</p> <p>&nbsp;</p> Monica Talia Maharani, Novita M Kana Wadu ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/601 Fri, 13 Mar 2026 08:12:08 +0000 PENERAPAN TERAPI BERMAIN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT ANSIETAS PADA ANAK DENGAN SMALL VASSELS VASCULITIS https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/602 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Small vessel vasculitis (SVV) merupakan kelompok penyakit autoimun pada pembuluh darah kecil yang dapat menimbulkan komplikasi serius, sehingga pasien anak sering memerlukan hospitalisasi. Namun, hospitalisasi dapat memicu kecemasan, nyeri, serta regresi psikologis pada anak. Terapi bermain menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan akibat perawatan</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi bermain terhadap penurunan Tingkat ansietas pada anak dengan Small vessel vasculitis di Bangsal Aster Barat RSUP Dr. Sardjito</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif pada seorang anak usia 13 bulan dengan diagnosis small vessel vasculitis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua, observasi, dan rekam medis. Intervensi dilaksanakan selama 4 hari dengan durasi ±15 menit per sesi, meliputi terapi bermain boneka tangan serta intervensi keperawatan sesuai diagnosa yang muncul</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian ini pasien menunjukkan gejala utama berupa nyeri, kecemasan, serta perfusi perifer tidak efektif. Skor kecemasan awal berdasarkan anxiety rating scale adalah 6, dan setelah penerapan terapi bermain boneka menurun menjadi 5. Meskipun implementasi sempat terhambat akibat kondisi nyeri berat (FLACC 8–9), terapi bermain tetap memberikan efek positif terhadap penurunan kecemasan meski belum sepenuhnya teratasi.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Terapi bermain boneka pada anak dengan small vessel vasculitis terbukti dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan selama hospitalisasi. Namun, keberhasilan intervensi dipengaruhi oleh faktor fisiologis seperti nyeri, kondisi klinis, serta hubungan terapeutik antara perawat, pasien, dan keluarga.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Anak, hospitalisasi, kecemasan, Small vessels vasculitis, terapi bermain</p> Avianda Pratiwi, Armenia Diahsari, Dwi Prasetyorini ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/602 Fri, 13 Mar 2026 08:16:26 +0000 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN AUDIOVISUAL TERHADAP SIKAP DAN SELF MANAGEMENT KADER POSYANDU TENTANG HIPERTENSI https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/603 <p><strong></strong></p> <p><strong>Latar Belakang</strong>: Hipertensi yang juga disebut sebagai the silent disease telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan jika tidak segera diatasi akan menyebabkan komplikasi penyakit yang serius seperti Stroke, gagal jantung dan gagal ginjal kronik. Upaya pelayanan kesehatan pengendalian hipertensi perlu ditingkatkan dan memerlukan peran kader posyandu. Kader posyandu perlu memiliki sikap dan self management yang baik, namun untuk menentukan sikap dan self management perlu dasar pengetahuan, salah satunya melalui pendidikan kesehatan dengan Audiovisual.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Audiovisual terhadap Sikap dan Self Management Kader Posyandu tentang Hipertensi</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment pretest dan post test one group desain. Sampel dalam penelitian adalah kader posyandu berjumlah 30 orang, dengan teknik pengambilan sample total sampling, tempat penelitian di Puskesmas Johar Baru. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Sikap dan Self Management yang dilakukan uji validitas dan reabilitas. Uji Statistik menggunakan uji Wilcoxon signed rank test.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Sikap kader sebelum intervensi memiliki sikap positif berjumlah 16 orang responden (53,3%), sedangkan setelah intervensi memiliki sikap positif berjumlah 24 orang responden (80%). Self Management kader sebelum intervensi memiliki Self management kategori baik berjumlah 17 orang responden (56,7%), sedangkan setelah intervensi memiliki Self management kategori baik berjumlah 27 orang responden (90%). Hasil uji Wilcoxon signed rank test didapatkan hasil Sikap kader sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan nilai p value (0,005) dan didapatkan hasil Self Management kader sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan nilai p value (0,002).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Audivisual terhadap Sikap dan Self Management kader posyandu tentang hipertensi dan signifikan secara statistik.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Audiovisual, sikap, self management, kader, hipertensi</p> Antonius Tarapanjang, Maria Lousiana Suwarno ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/603 Mon, 16 Mar 2026 04:11:34 +0000 ANALISIS PENGARUH SARI WORTEL (DAUCUS CAROTA) TERHADAP INTENSITAS DYSMENORRHEA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN XYZ KOTA BEKASI https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/604 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Di Indonesia angka kejadian dysmenorrhe tipe primer adalah sekitar 54,89% sedangkan sisanya penderita dengan dysmenorrhe sekunder. Upaya untuk mengurangi dysmenorrhe dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan nonfarmakologis. <em>Dysmenorrhe </em>merupakan nyeri perut bagian bawah saat menstruasi yang dapat mengganggu aktifitas sehari – hari, rasa nyeri ini yang sering dirasakan oleh wanita usia subur hingga pergi ke pelayanan kesehatan untuk konsultasi terhadap nyeri yang dirasakan. Adapun penyebab dari <em>dysmenorrhe </em>yaitu adanya faktor psikologis, faktor endokrin, faktor obstruksi kanalis servikalis, faktor alergi, dan faktor prostaglandin (Ferry, 2022). Di Indonesia angka kejadian <em>dysmenorrhe </em>sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami <em>dysmenorrhe</em> adalah nyeri saat menstruasi yang tanpa diikuti dengan adanya gangguan organ reproduksi dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami <em>dysmenorrhe</em> adalah nyeri saat menstruasi yang diikuti dengan adanya gangguan organ reproduksi atau radang. Dari data diatas diketahui masih banyak terdapat wanita yang mengalami <em>dysmenorrhe</em>. (Dewi Hartinah, 2023). Pada penelitian yang telah dilakukan oleh Hendra (2017) didapatkan hasil efek analgesik pemberian sari wortel yaitu 0,5 g/kgBB, 1 g/kgBB, 2 g/kgBB, 4 g/kgBB, dan 8 g/kgBB dengan efek analgesik berturut-turut adalah 17,71%, 27,04%, 36,77%, 56,02%, dan 41,25%. Penelitian ini dilakukan kepada hewan percobaan yaitu mencit putih betina. (Hendra, 2017).</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Menganalisis pengaruh pemberian sari wortel (<em>Daucus carota L</em>) terhadap pengurangan intensitas <em>dysmenorrhe</em> pada siswi SMAN XYZ Kota Bekasi</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Desain yang digunakan adalah metode penelitian True Eksperimental dengan desain penelitian yaitu The Randomized PreTest-Post Test Control Grup Design. Subjek yang dipilih pada penelitian ini yaitu siswi yang berusia 16-19 tahun di SMAN XYZ Kota Bekasi, dengan rancangan penelitian yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kedua kelompok ini diawali dengan pengisian lembar kuesioner intensitas nyeri Visual Analog Scale (VAS) untuk menilai intensitas dysmenorrhe sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan melakukan pengisian lembar kuesioner intensitas nyeri VAS untuk menilai intensitas dysmenorrhe sesudah diberikan perlakuan (post-test). Penggunaan VAS ini dianggap paling akurat untuk menentukan penurunan intensitas dysmenorrhe karena kategori respon tidak terbatas dan validitas dari cara pengukuran ini sangat baik. (Notoatmodjo, 2012)</p> <p><strong>Hasil</strong>: Penelitian ini diperoleh hasilnya adalah &nbsp;ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian sari wortel terhadap penurunan intensitas nyeri. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000, artinya ada pengaruh pemberian sari &nbsp;wortel (Daucus carota L) terhadap pengurangan intensitas dysmenorrhe pada siswi SMAN XYZ Kota Bekasi.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Penelitian menyimpulkan ada perbedaan atau ada pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) sebelum dan sesudah perlakuan terhadap intensitas skala nyeri.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Dysmenorrhe, Sari wortel, Intensitas, Nyeri, Remaja.</p> Anita Sriwaty Pardede, Minar Gultom, Kristina Sinuraya ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/604 Mon, 16 Mar 2026 04:16:41 +0000 PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT PALIATIF DENGAN HIPERTENSI PADA SISWA SMA DI KOTA BENGKULU https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/607 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di duniadan menjadi risiko yang mengarah pada penyakit seperti serangan jantung, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal. Hipertensi membutuhkan deteksi dini dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala dan edukasi. Rendahnya pengetahuan tenaga kesehatan pada remaja dan masyarakat tentang hipertensi merupakan penyebab utama tidak terkontrolnya tekanan darah.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit paliatif dengan hipertensi pada siswa SMA.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Jenis peneltian kuantitatif dengan desain quasi experimental (eskperimen semu). Sampel terdiri dari siswa SMA yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu siswa aktif SMAN 7 Kota Bengkulu yang terdaftar, bersedia menjadi responden, dapat membaca dan menulis dengan baik (literate), berusia 15-18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner, sebelum dan setelah dilakukan edukasi tentang pencegahan hipertensi.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon didapatkan rata-rata skor pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi pencegahan hipertensi yaitu 40,83 dengan standar deviasi 20,823. Sedangkan skor pengetahuan setelah diberikan edukasi yaitu 87,20 dengan standar deviasi 9,788. Rata-rata skor sikap sebelum diberikan edukasi sebesar 36,31 dengan standar deviasi 1,121 dan meningkat menjadi 85,60 dengan standar deviasi 0,875.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Kesimpulannya terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan penyakit paliatif dengan hipertensi pada siswa SMAN 7 Kota Bengkulu.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Edukasi, Pengetahuan, Sikap, Pencegahan, Hipertensi, Paliatif</p> Wahyudi Rahmadani, Tahratul Yovalwan, Tuti Anggraini Utama, Aurellia Firstani ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/607 Mon, 30 Mar 2026 02:06:51 +0000 PENGARUH KOMBINASI TEH BUNGA TELANG DAN MADU MURNI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POSBINDU RW 009 KEBAYORAN LAMA UTARA https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/608 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang berisiko meningkatkan kejadian penyakit kardiovaskular apabila tidak ditangani secara optimal. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi non-farmakologis sebagai pendamping untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Salah satu alternatif terapi non-farmakologis adalah kombinasi teh bunga telang dan madu murni.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Mengetahui pengaruh kombinasi teh bunga telang dan madu murni terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Posbindu RW 009 Kebayoran Lama Utara.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Desain penelitian quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji paired samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 148,11 mmHg dan diastolik sebesar 91,39 mmHg. Setelah intervensi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun menjadi 133,89 mmHg dan diastolik menjadi 84,22 mmHg. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value &lt; 0,001 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian kombinasi teh bunga telang dan madu murni terhadap penurunan tekanan darah.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Kombinasi teh bunga telang dan madu murni berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Bunga Telang, Hipertensi, Madu, Tekanan Darah</p> Muhammad Hanif Fawwaz, Diana Rhismawati Djupri, Tati Suryati, Nila Rostarina ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/608 Mon, 30 Mar 2026 02:12:26 +0000 EFEKTIFITAS BOOKLET DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KEGAWATDARURATAN STROKE DI RW 07 SUNTER AGUNG https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/609 <p><strong>Latar belakang</strong>: Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terhambat atau berkurang, yang dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Akibatnya, otak tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen, sehingga sel-sel otak yang terkena mengalami kerusakan atau kematian. kurangnya pemahaman mengenai tanda-tanda awal stroke menjadi salah satu faktor resiko. Salah satu cara agar mengatasi kurangnya pemahaman adalah edukasi untuk mengetahui tanda-tanda awal stroke sebelum berkembang menjadi yang lebih serius atau menimbulkan komplikasi.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas media booklet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang kegawat daruratan di Rw 07 Sunter Agung.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan desain <em>pre-post test one group</em>. Sampel diambil secara purposif sampling sebanyak 125 dewasa, terdiri dari 74 perempuan dan 51 laki-laki.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian, menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi adalah dengan kategori kurang sebanyak 18 (24.0%) responden dan setelah di berikan edukasi dengan kategori Baik sebanyak 36 (48.0%). Uji statistik yang digunakan dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukan nilai signifikan .000 (p&lt;0,05) sehingga terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pengetahuan masyarakat tentang kegawat daruratan stroke di Rw 07 Sunter Agung setelah diberikan edukasi dengan menggunakan media <em>Booklet</em>.</p> <p>Kesimpulan: Edukasi menggunakan media <em>Booklet </em>efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kegawatdaruratan stroke.</p> <p>Saran: kepada petugas kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dapat menggunakan media <em>Booklet</em> sebagai salah satu pilihan media edukasi.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Stroke, Kegawatdaruratan, Edukasi, <em>Booklet</em>, Pengetahuan</p> <p>&nbsp;</p> Reni Amiati, Leo Rulino, Tifani Azzahra ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/609 Mon, 30 Mar 2026 04:48:01 +0000 PENGARUH EDUKASI PIJAT I LOVE YOU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PENCEGAHAN KONSTIPASI PADA BAYI DI WILAYAH KOMPLEKUKA, JAKARTA UTARA https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/610 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Berdasarkan data prevalensi, sebanyak 14,4% kasus konstipasi pada anak terjadi di dunia dan 18,3% di Indonesia. Pada bayi, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan pencernaan sekaligus mempengaruhi proses tumbuh kembangnya. Adapun salah satu pencegahannya dengan pemberian pijatan lembut pada area perut bayi dengan Teknik pijat I Love You yang tujuannya untuk membantu memperlancar pencernaan bayi dengan pijatan.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh edukasi pijat I Love You terhadap Tingkat pengetahuan dan sikap ibu di wilayah Komplek Uka Jakarta Utara.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan aplikasi desain pre-experimental menggunakan metode one group pre and post dengan sample sebanyak 30 ibu.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Pemberian edukasi tentang pijat I Love You sebagai pencegahan konstipasi pada bayi terbukti dapat meningkatkan Tingkat pengetahuan dan sikap ibu dan dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon dimana rata- rata Tingkat pengetahuan ibu adalah 0.01 menjadi 7.50 dengan nilai p-value 0.001. Peningkatan ini juga terjadi pada sikap ibu dari rata-rata 3.00 menjadi 8.36 dengan p-value 0.001.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: pemberian edukasi pijat I Love You sebagai pencegahan konstipasi pada bayi dapat meningkatkan Tingkat pengetahuan dan sikap ibu di wilayah Komplek Uka Jakarta Utara yang dibuktikan dengan hasil p- value 0.01 yang didapatkan melalui uji Wilcoxon. Maka dari itu dapat dinyatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pijat I Love You, Sikap ibu, Tingkat pengetahuan</p> Astuti Lumbantoruan, Nancy Febriana, Malossy Ananditha ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/610 Mon, 30 Mar 2026 04:50:56 +0000 PENGARUH EDUKASI MEDIA BUKU SAKU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG VULVA HYGIENE UNTUK PENCEGAHAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI SMAN 40 JAKARTA https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/611 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Urinary Tract Infection (UTI) atau yang di sebut sebagai infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme, terutama bakteri Escherichia coli, masuk dan menyerang pada bagian saluran kemih, seperti uretra, kandung kemih, ureter, maupun ginjal.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah edukasi menggunakan buku saku dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kebersihan vulva dalam mencegah infeksi saluran kemih di SMAN 40 Jakarta.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan metode survei analitik dan pendekatan satu kelompok yang diuji sebelum dan sesudah perlakuan (pre-test dan post-test). Peneliti memberikan edukasi menggunakan buku saku untuk mengukur tingkat pengetahuan remaja di SMAN 40 Jakarta. Responden yang tercatat sebagai siswi kelas x di SMAN 40 Jakarta, remaja yang bersedia menjadi responden. Data&nbsp; dikumpulkan&nbsp; melalui&nbsp; kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistic Shapiro-Wilk test.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja meningkat dengan jelas, nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Setelah diberikan edukasi dengan buku saku, pengetahuan remaja meningkat. Hasil&nbsp; penelitian&nbsp; ini&nbsp; diharapkan&nbsp; dapat&nbsp; menjadi&nbsp; masukan&nbsp; bagi&nbsp; pihak&nbsp; sekolah,&nbsp; guru,&nbsp; dan&nbsp; orang&nbsp; tua untuk meningkatkan pengawasan, memberikan edukasi mengenai dampak ISK serta menjaga kebersihan vulva hygiene guna mencegah infeksi saluran kemih.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Edukasi, Buku Saku, Vulva Hygiene, ISK, Remaja</p> Kartini Kafiana Rahantoknam, Adelia Putri, Mesi Mahmudah ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/611 Mon, 30 Mar 2026 04:54:42 +0000 PENGARUH EDUKASI SELF-DIAGNOSE DENGAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMA NURUL FALAH JAKARTA UTARA https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/614 <p><strong>Latar Belakang</strong>: engetahuan merupakan hasil dari kemampuan mengingat terhadap suatu objek, baik secara sengaja maupun tidak. Self-diagnose adalah tindakan individu menentukan diagnosis medis berdasarkan pengalaman pribadi dan informasi yang diperoleh, baik dari sumber resmi maupun tidak resmi. Meskipun dapat meningkatkan rasa empati self-diagnose memiliki risiko menyebabkan kesalahan diagnosis dan penanganan. Kesehatan mental melibatkan kesadaran diri, kemampuan mengatasi masalah dan kontribusi sosial.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Edukasi Self-Diagnose Dengan Media Sosial TikTok Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja Di SMA Nurul Falah Jakarta Utara.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental dengan one group pre and post test yang dilaksanakan pada remaja di sekolah dengan 30 responden menggunakan kuesioner 2 instrumen yaitu self-diagnose dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,876 dan kesehatan mental dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,825.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Rata-rata tingkat pengetahuan remaja di SMA Nurul Falah di jakarta utara sebelum edukasi pada self-diagnose adalah 7,33 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 10,47. Sedangkan pada kesehatan mental sebelum diberikan edukasi adalah 3,67 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 5,67 dengan P-value 0,001 (&lt;0,005) yang artinya kedua tersebut memiliki pengaruh dalam pemberian edukasi self-diagnose melalui TikTok terdahap tingkat pengetahuan kesehatan mental.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: : Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan ada pengaruh signifikan antara edukasi self-diagnose dengan media sosial TikTok terhadap tingkat pengetahuan kesehatan mental remaja SMA Nurul Falah jakarta utara</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <strong>kesehatan mental, Remaja, Self-diagnose, Tingkat pengetahuan</strong></p> Labora Sitinjak, Suatmaji, Rosita Lubis, Egi Ayu Amaratry4 ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/614 Mon, 30 Mar 2026 07:27:30 +0000 EFEKTIVITAS SENAM OSTEOPOROSIS TERHADAP KEMAMPUAN MOBILISASI LANSIA DI KELURAHAN SUKAPURA JAKARTA UTARA https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/615 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Individu dengan usia 60 tahun atau lebih tergolong kepaadaindividu lansia. Keluhan muskulokleletal yang menyebakan nyeri yang dapat menghambat pergerakan seseorang. Sehingga, lansia cenderung mengalami penurunan aktivitas fisik. Latihan senam osteoporosis berperan dalam menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Senam osteoporosis bermanfaat bagi kesehatan tulang, setiap gerakannya mampu membantu distribusi nutrisi dan cairan.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini dilakukan untuk Untuk mengetahui apakah senam osteoporosis memiliki kemampuan dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi lansia di &nbsp;Sukapura Jakarta Utara.</p> <p><strong>Metodologi Penelitian</strong>: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimental, yaitu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat dengan cara mengontrol variabel-variabel yang ada titik peneliti akan melakukan perlakuan tertentu atau intervensi tertentupada suatu kelompok eksperimen dan mengamati efeknya.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor kemampuan mobilisasi dari sebelum intervensi (pretest) hingga sesudah intervensi (posttest), dengan rata-rata nilai pretest sebesar 44,17 dan meningkat menjadi 44,63 pada posttest. Pengujian menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.Artinya, senam osteoporosis efektif dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi pada lansia.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: pemberian senam osteoporosis efektif dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi pada lansia.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Lansia, Osteoporosis, Mobilisasi</p> Egeria Dorina Sitorus, Susihar, Nirina Dian Hapsari ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/615 Mon, 30 Mar 2026 08:53:45 +0000