Indeks Massa Tubuh Sebagai Faktor Risiko Hipertensi Pada Lansia: Studi Korelasi
DOI:
https://doi.org/10.59374/jakhkj.v12i2.739Abstract
Latar Belakang: Hipertensi masih banyak ditemukan pada kelompok lansia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi gizi. Indeks massa tubuh (IMT) digunakan secara luas sebagai indikator status gizi yang berpotensi berkaitan dengan peningkatan tekanan darah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran IMT sebagai faktor risiko hipertensi pada lansia di Padukuhan Nogosaren, Gamping, Sleman.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 50 lansia melalui teknik total sampling. IMT ditentukan berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Hubungan antara IMT dan tekanan darah dianalisis menggunakan uji Spearman Rank, sementara analisis faktor risiko dilakukan dengan uji Chi-square untuk memperoleh nilai odds ratio.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara IMT dan tekanan darah (p=0,009) dengan koefisien korelasi r= 0, 367, yang mengindikasikan hubungan positif dengan kekuatan rendah. Lansia dengan IMT tidak normal memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan lansia dengan IMT normal (OR= 8,333; IK 95%: 1,608 – 43, 192). Interval kepercayaan yang relatif lebar menunjukkan keterbatasan presisi estimasi risiko.
Kesimpulan: : Penelitian ini disimpulkan bahwa IMT berperan sebagai faktor risiko hipertensi pada lansia. Pemantauan IMT dan tekanan darah secara rutin perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan hipertensi pada lansia di tingkat komunitas .
Kata Kunci: Faktor risiko, Hipertensi, Indeks Massa Tubuh (IMT), Lansia, Tekanan Darah


