Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Lansia Dengan Gangguan Pola Tidur

Authors

  • Endang Sri Utami, Zubaida Rohmawati Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pola tidur merupakan masalah yang sering dialami lansia akibat perubahan fisiologis proses penuaan, kondisi kesehatan, faktor psikologis, dan lingkungan. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas tidur sehingga berdampak pada kesehatan fisik, fungsi kognitif, serta kualitas hidup lansia. Terapi relaksasi otot progresif merupakan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur pada lansia..

Tujuan: Menggambarkan hasil penerapan terapi relaksasi otot progresif dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia dengan gangguan pola tidur.

Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada seorang lansia perempuan berusia 68 tahun yang mengalami gangguan pola tidur. Pengkajian kualitas tidur dilakukan menggunakan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi berupa terapi relaksasi otot progresif diberikan sebanyak tujuh kali pertemuan dengan durasi 15–30 menit setiap sesi melalui demonstrasi, latihan terbimbing, dan latihan mandiri dengan melibatkan keluarga sebagai pendamping. Evaluasi dilakukan menggunakan skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi.

Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami gangguan pola tidur yang ditandai dengan sulit memulai tidur, sering terbangun pada malam hari, tidur tidak nyenyak, serta merasa kurang segar saat bangun. Skor awal Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebesar 11 menunjukkan kualitas tidur buruk. Setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif sebanyak tujuh kali, pasien mampu melakukan teknik relaksasi secara mandiri, tubuh terasa lebih rileks, frekuensi terbangun malam berkurang, dan skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) menurun menjadi 4 yang menunjukkan peningkatan kualitas tidur.

Kesimpulan: : Penerapan terapi relaksasi otot progresif dapat meningkatkan kualitas tidur pada lansia dengan gangguan pola tidur. Intervensi ini dapat menjadi salah satu terapi keperawatan nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan kualitas tidur lansia.

Kata Kunci: Gangguan pola tidur; Lansia; Pittsburgh Sleep Quality Index; Studi kasus; Terapi relaksasi otot progresif.

Published

2026-10-26

Issue

Section

JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA