Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Untuk Mengatasi Nyeri Akut Pada Pasien Post Debridement Dengan Selulitis DM
DOI:
https://doi.org/10.59374/jakhkj.v12i2.736Abstract
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya luka kaki diabetes termasuk selulitis. Penatalaksanaan selulitis pada Diabetes Melitus memerlukan tindakan debridemen yang dapat menimbulkan nyeri sedang sampai berat.
Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi benson pada pasien nyeri akut post debridement dengan selulitis DM.
Metodologi Penelitian: Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah case report. Subjek dalam studi kasus adalah salah satu pasien dengan diagnosis selulitis pada Diabetes Melitus paska debridemen yang dirawat di Ruang Rawat Inap Dewasa.
Hasil: Hasil studi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap setelah penerapan terapi relaksasi benson dari skala 7 (skala berat) menjadi skala 3 (skala ringan). Selain itu pasien juga menunjukkan perbaikan respon fisiologi seperti ekspresi wajah lebih rileks, kualitas tidur lebih baik, stabilitas tanda-tanda vital, serta peningkatan kemampuan koping dan mampu melakukan relaksasi benson secara mandiri.
Kesimpulan: Terapi relaksasi benson terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri paska debridemen pada pasien Diabetes Melitus dengan selulitis. Intervensi ini memberikan efek relaksasi fisiologis dan psikologis yang mendukung kenyamanan pasien. Terapi relaksasi benson dapat direkomendasikan sebagai bagian dari menejemen nyeri nonfarmakologis dalam praktik keperawatan secara holistis.
Kata Kunci: : Diabetes Melitus, Debridemen, Nyeri, Relaksasi Benson, Selulitis


