Penerapan Terapi Murottal Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Di Ruang Flamboyan 5 RSUD Dr. Moewardi Provinsi Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.59374/jakhkj.v12i2.673Abstract
Latar Belakang: Penelitian ini didasarkan pada kondisi pasien pasca operasi fraktur yang mengalami nyeri akibat kerusakan jaringan, dimana penanganannya berupa terapi non-farmakologis yang bisa dilakukan yaitu terapi murottal diperlukan untuk memicu hormon endorphin sebagai pereda nyeri alami.
Tujuan: Mendeskripsikan penerapan terapi murottal terhadap penurunan Tingkat nyeri pada pasien pasca operasi fraktur di ruang flamboyant 5 RSUD Dr. Moewardi Provinsi Jawa Tengah
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan Teknik studi kasus deskriptif dengan subjek dua responden pasien pasca operasi fraktur yang mengalami nyeri, diukur menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi berupa terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman yang memiliki arti “Yang Maha Pemurah” selama 15 menit.
Hasil: Penerapan ini didapatkan hasil bahwa responden 1 sebelum dilakukan terapi skala nyeri 6 dan sesudah terapi turun menjadi 3 sedangkan responden 2 sebelum terapi dengan skala nyeri 5 dan sesudah dilakukan terapi didapatkan penurunan menjadi 1.
Kesimpulan: Terapi murottal efektif sebagai salah satu intervensi pendukung yang dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi fraktur yang mudah dilakukan.
Kata Kunci: Nyeri, Post_Operasi_Fraktur, Terapi_Murottal


