PENGARUH EDUKASI SELF-DIAGNOSE DENGAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMA NURUL FALAH JAKARTA UTARA
Abstract
Latar Belakang: engetahuan merupakan hasil dari kemampuan mengingat terhadap suatu objek, baik secara sengaja maupun tidak. Self-diagnose adalah tindakan individu menentukan diagnosis medis berdasarkan pengalaman pribadi dan informasi yang diperoleh, baik dari sumber resmi maupun tidak resmi. Meskipun dapat meningkatkan rasa empati self-diagnose memiliki risiko menyebabkan kesalahan diagnosis dan penanganan. Kesehatan mental melibatkan kesadaran diri, kemampuan mengatasi masalah dan kontribusi sosial.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Edukasi Self-Diagnose Dengan Media Sosial TikTok Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja Di SMA Nurul Falah Jakarta Utara.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental dengan one group pre and post test yang dilaksanakan pada remaja di sekolah dengan 30 responden menggunakan kuesioner 2 instrumen yaitu self-diagnose dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,876 dan kesehatan mental dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,825.
Hasil: Rata-rata tingkat pengetahuan remaja di SMA Nurul Falah di jakarta utara sebelum edukasi pada self-diagnose adalah 7,33 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 10,47. Sedangkan pada kesehatan mental sebelum diberikan edukasi adalah 3,67 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 5,67 dengan P-value 0,001 (<0,005) yang artinya kedua tersebut memiliki pengaruh dalam pemberian edukasi self-diagnose melalui TikTok terdahap tingkat pengetahuan kesehatan mental.
Kesimpulan: : Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan ada pengaruh signifikan antara edukasi self-diagnose dengan media sosial TikTok terhadap tingkat pengetahuan kesehatan mental remaja SMA Nurul Falah jakarta utara
Kata Kunci: kesehatan mental, Remaja, Self-diagnose, Tingkat pengetahuan


