HUBUNGAN PRB DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI DESA PARANGTRITIS
Abstract
Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, terutama gempa bumi dan tsunami. Salah satu upaya untuk meminimalkan dampak bencana adalah melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengurangan risiko bencana.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pengurangan risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami di Desa Parangtritis
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectionel, peserta penelitian adalah masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. dengan kriteria inklusi 20 tahun, berdomisili minimal 3 bulan, mampu membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan baik. Responden yang tidak berada di lokasi saat penelitian dilakukan dikecualikan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Kendall’s tau Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur pengetahuan (Tuladhar, 2015) dan kesiapsiagaan bencana (Wihayati, 2018).
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (64,7%) dan kesiapsiagaan dalam kategori sangat siap (49,9%). Responden dengan pengetahuan sangat baik sebagian besar berada pada kategori sangat siap (7,1%), sedangkan mereka yang memiliki pengetahuan kurang dan sangat kurang cenderung berada dalam kategori hampir siap dan belum siap. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan pengurangan risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,620.
Kesimpulan: : semakin tinggi pengetahuan masyarakat mengenai pengurangan risiko bencana, maka semakin tinggi pula tingkat kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana.
Kata Kunci: Pengetahuan, pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, bencana, gempa bumi, tsunami


