HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP MUHAMMADIYAH 2 GAMPING YOGYAKARTA.
Abstract
Latar Belakang: Dismenore merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar di sekolah. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat nyeri dismenore adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat membantu mengurangi nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah dan pelepasan endorfin. Namun, masih banyak remaja yang memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenore pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta.
Tujuan: Tujuan penelitian ini Adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan nyeri dismenore pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif korelasi metode sross sectional. Data diperoleh dari respon individu terhadap GPAQ dan NRS. Jumlah sampel untuk penelitian ini adalah 77 siswi dari kelas VIII dan IX di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Sampel dipilih meggunakan teknik total sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan esklusi digunakan untuk memilih sampel, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan Uji Chi square.
Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenore dengan nilai p=0,00 < (0,05). Mayoritas responden memiliki aktivitas fisik pada kategori sedang 61,4% dan sebagian besar mengalami nyeri dismenore dengan kategori ringan 42,9%.
Kesimpulan: : Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenore pada siswi kelas VIII dan IX di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Aktivitas fisik yang cukup berpotensi menurunkan tingkat nyeri dismenore. Disarankan kepada remaja putri untuk meningkatkan aktivitas fisik sebagai salah satu upaya non-farmakologis dalam mengatasi nyeri dismenore. Semakin tinggi aktivitas fisik, maka semakin ringan nyeri dismenore yang dirasakan.
Kata Kunci: Aktivitas fisik, nyeri dismenore, remaja putri.


