HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTUL 1
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik serta perkembangan otak anak. Salah satu faktor penyebab stunting adalah pola pemberian makan yang tidak tepat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 balita yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola pemberian makan dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise.
Hasil: Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Sebagian besar pola pemberian makan balita termasuk dalam kategori kurang (56%) dan pada balita stunting dengan kategori pendek (72%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting secara statistik (p-value = 0,045)
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1. Oleh karena itu, edukasi kepada ibu tentang pemberian makan yang tepat perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka stunting.
Kata Kunci: Pola pemberian makan, stunting, balita.


