FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KECEMASAN PADA PASIEN PRAOPERASI METODE ERACS
Abstract
Latar Belakang: Kecemasan praoperasi berdampak negatif terhadap hasil operasi. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) merupakan protokol perawatan perioperatif yang bertujuan meningkatkan luaran (outcome) pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pasien praoperasi dengan metode ERACS di RSU Harapan Ibu Purbalingga.
Metodologi Penelitian: Metode penelitian yang digunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 36 responden praoperasi ERACS yang memiliki skor kecemasan 7-18 poin (cemas ringan dan cemas sedang), tidak mengonsumsi antiansietas, dan bersedia menjadi responden diambil sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Fisher Exact Test dan korelasi Spearman Rank.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia (p-value 0,532), status gravida (p-value 0,449), pengalaman SC (p-value 0,500), dan tingkat pengetahuan (p-value 0,479) serta dukungan keluarga (p- value 0,022).
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa usia, status gravida, pengalaman SC, dan tingkat pengetahuan tidak memengaruhi kecemasan pasien praoperasi metode ERACS dan hanya faktor dukungan keluarga yang memengaruhi tingkat kecemasan pasien praoperasi yang menjalani metode ERACS.
Kata Kunci: ERACS, faktor-faktor, kecemasan, praoperasi


