ANALISIS KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PASIRDOTON KECAMATAN CIDAHU KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2017-2018

Andi Julia Rifiana, Linda Agustina

Sari


Latar Belakang: Stunting adalah masalah utama yang berdampak pada kehidupan sosial ekonomi dalam masyarakat. Prevalensi Balita pendek di Indonesia masih tinggi sebesar 29% dan merupakan masalah kesehatan yang harus ditanggulangi. Di Jawa Barat sendiri permasalahan kekurangan gizi terutama stunting prevalensinya masih sangat tinggi yaitu mencapai 32,9%, Di Kabupaten sukabumi terdapat 10 desa yang termasuk kedalam program tersebut salah satunya yaitu Desa pasirdoton, kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi dengan angka kejadian 16,7 % dengan jumlah balita stunting 88 dari 528 balita. Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa serta kemampuan kognitif pada penderita juga berkurang.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kejadian stunting pada balita di Desa Pasirdoton Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat Tahun 2017-2018.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan desain case control, dengen jumlah populasi sebanyak 176 responden, dan analisis data dengan rumus chi square.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 176 responden dengan 88 balita stunting dan 88 balita yang tidak stunting didapatkan adanya hubungan bermakna antara riwayat pemberian ASI (ρ=000), berat bayi lahir (ρ=000), dengan kejadian stunting.
Simpulan dan saran: Riwayat pemberian ASI , BBLR dan status gizi ibu saat hamil mempunyai pengeruh terhadap kejadian stunting di Desa Pasirdoton Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi. Optimalisasi pemberian penyuluhan secara rutin menegani pemberian ASI secara ekslusif disertai dengan pemberian pamflet – pamflet yang berhubungan dengan penyebab kejadian stunting sangat diperlukan.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.