Analisis faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 12 – 24 bulan di Puskesmas Padang Tiji

Sitti Rizki Maysyura, Triana Indrayani, Retno Widowati

Sari


Latar Belakang: Stunting atau tengkes merupakan keadaan tubuh yang pendek menurut umur hingga melampaui defisit -2 SD (Standar Deviasi) di bawah median standar panjang atau tinggi badan menurut umur. Adapun faktor secara tidak langsung yang mempengaruhi kejadian stunting yaitu dari ANC, Konsumsi Tablet Fe, LILA ibu, BBLR, ASI eksklusif, status imunisasi, tinggi badan ibu.

Tujuan: Menganalisis faktor kejadian stunting pada balita usia 12 bulan – 24 bulan di Puskesmas Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Metodologi Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik obsevasional dengan desain penelitian case control. Sampel penelitian berjumlah 60 orang yang terdiri dari 30 orang dari kelompok kasus dan 30 orang dan kelompok kontrol. Istrumen penelitian berupa lembar ceklist. Tehnik analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui ada hubungan yang signifikan antara variable bebas terhadap resiko kejadian stunting dengan nilai standar error = 5 %.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 variabel memiliki p value < 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan dengan faktor resiko kejadian stunting diantaranya kelengkapan kunjungan ANC dengan p value (0,033), konsumsi tablet Fe (0,010) LILA ibu (0,024), pemberian ASI eksklusif (0,004), status imunisasi (0,045), sedangkan 2 variabel memiliki p value > 0,05 yaitu BBLR (0,299) dan tinggi badan ibu (0,233).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang siginifikan antara ANC, tablet Fe, LILA, ASI eksklusif, imunisasi dengan kejadian stunting di Puskesmas Padang Tiji.

Kata Kunci: Stunting, Faktor Risiko, Balita 12 – 24 Bulan.


Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.59374/jakhkj.v9i1.254

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.